Maafkan kerana terhenti penulisan yang nyata aku rindui sekian waktu.
Aku kembali mulai saat ini.
Kamu, masih mahu menemani aku?
Wednesday, September 30, 2009
Sunday, February 15, 2009
Ditinggalkan...
ceritakan tentang seorang wanita
yang ditinggalkan kekasihnya
dan dia menangis dalam pelukanku
ku sedar dia bukan milikku...
dia bercerita tentang kekasihnya
yang telah pergi meninggalkannya
dia bercerita ttg kekasihnya
yang telah pergi menutup mata...
kekasihnya telah pergi meninggalkan dia
tinggal deraian airmata
sesungguhnya ku tak rela melihat nya terluka
jadikan aku penggantinya...
Saturday, January 31, 2009
Rasa itu hilang...
Bila hati mula pudar,
bila rasa mulai terbiasa,
bila tiada mula jadi kepastian,
Maka jawapannya:
Rasa itu sudah hilang,
pergi menjauh dari dasar hati yang dulunya sentiasa berombak deras.
Namun kini ia menjadi sepi...diam...
Dan rasa itu semakin lama, semakin hilang...
salah siapa?
bila rasa mulai terbiasa,
bila tiada mula jadi kepastian,
Maka jawapannya:
Rasa itu sudah hilang,
pergi menjauh dari dasar hati yang dulunya sentiasa berombak deras.
Namun kini ia menjadi sepi...diam...
Dan rasa itu semakin lama, semakin hilang...
salah siapa?
Tuesday, January 27, 2009
Sesangkar budi
Sedang aku sakit, lemah, terluka dan berduka
tika itu kau hadir...
Kau bawakan sinar istimewa
hingga seluruh pancaindera ini terkaku kagum...
Aku umpama bangau yang selalu singgah di bendang
mencari nasib bertemu rezeki,
menumpang tulang belakang kerbau menjadi tempat berhinggap...
Dan kau umpama permata di kalangan kaca,
sinaran gah membawa nilai berharga,
dan yang mampu memilikimu hanyalah mereka yang punya kemewahan...
Bukan seperti aku...
Aku berhutang lagi,
setelah bosan aku berhutang segala macam material yang boleh dikira,
Tapi kali ini tidak terhitung...
Kerana budi yang kau tabur tidak ternilai,
tidak juga terjangkau akal fikiran untuk aku membayarnya...
Dan itu aku akan terus bawakan sesangkar budimu,
hingga ke akhir hayatku...
tika itu kau hadir...
Kau bawakan sinar istimewa
hingga seluruh pancaindera ini terkaku kagum...
Aku umpama bangau yang selalu singgah di bendang
mencari nasib bertemu rezeki,
menumpang tulang belakang kerbau menjadi tempat berhinggap...
Dan kau umpama permata di kalangan kaca,
sinaran gah membawa nilai berharga,
dan yang mampu memilikimu hanyalah mereka yang punya kemewahan...
Bukan seperti aku...
Aku berhutang lagi,
setelah bosan aku berhutang segala macam material yang boleh dikira,
Tapi kali ini tidak terhitung...
Kerana budi yang kau tabur tidak ternilai,
tidak juga terjangkau akal fikiran untuk aku membayarnya...
Dan itu aku akan terus bawakan sesangkar budimu,
hingga ke akhir hayatku...
Wednesday, January 21, 2009
Hilang...
Bila sesuatu itu hilang,
dan jangan pernah ada sesal,
Biarkan ia terus hilang,
kerana lebih baik ianya tiada,
berbanding ia sentiasa ada.
Parcayalah.
ada hikmahnya...
dan jangan pernah ada sesal,
Biarkan ia terus hilang,
kerana lebih baik ianya tiada,
berbanding ia sentiasa ada.
Parcayalah.
ada hikmahnya...
Thursday, December 25, 2008
Terhalang...
Mekar lagi berat berbunga
kasih tersimpul rapat bersulam
selagi sayang masih ada
bila kan muncul sepi dan kelam.
tersentap nurani bila terbongkar
kasih bertaut tiada yang restu
terhalang jua kisah sebenar
maka pergilah kasih yang satu.
hiba di hati tiada yang tahu
sampai menangis di dalam lena
termimpi lagi kasih yang satu
terkilan, terpukul kasih terhina.
kasih tersimpul rapat bersulam
selagi sayang masih ada
bila kan muncul sepi dan kelam.
tersentap nurani bila terbongkar
kasih bertaut tiada yang restu
terhalang jua kisah sebenar
maka pergilah kasih yang satu.
hiba di hati tiada yang tahu
sampai menangis di dalam lena
termimpi lagi kasih yang satu
terkilan, terpukul kasih terhina.
Monday, December 22, 2008
Persis bintang
Sinaran terangmu berbeza,
kau menyinar tanpa mengukur waktu
siang dan malam
bukan hanya bila gelap menyelubungi bumi
Kau cukup indah, menawan
aura mu bak bintang begemerlapan
panahan sinaranmu tak tertahankan
kerana kau begitu gah menghiasi ruangan
namun kau punya kelemahan
hidupmu jauh dari mirip burung dan ikan yang bebas di lautan
penuh dengan cerita dongengan
manjadikan aku tidak pernah cemburu kau sering menjadi sanjungan
biar hidup aku begini
tetap aku pilih yang ini
bebas ke mana ingin pergi
terbang setinggi tinggi...
kau menyinar tanpa mengukur waktu
siang dan malam
bukan hanya bila gelap menyelubungi bumi
Kau cukup indah, menawan
aura mu bak bintang begemerlapan
panahan sinaranmu tak tertahankan
kerana kau begitu gah menghiasi ruangan
namun kau punya kelemahan
hidupmu jauh dari mirip burung dan ikan yang bebas di lautan
penuh dengan cerita dongengan
manjadikan aku tidak pernah cemburu kau sering menjadi sanjungan
biar hidup aku begini
tetap aku pilih yang ini
bebas ke mana ingin pergi
terbang setinggi tinggi...
Friday, December 19, 2008
Andai saja bisa...
Andai aku bisa menongkah arus lautan
mendaki setinggi gegunung
akan ku laksanakan
hanya seandainya itu bisa membuatkan aku hidup lebih lama...
Andai aku ini diterjemahkan kepada burung sekalipun
aku rela...
"Andai saja hidup ini bisa menjadi lebih lama"
Andai saja itu bisa terjadi...
mendaki setinggi gegunung
akan ku laksanakan
hanya seandainya itu bisa membuatkan aku hidup lebih lama...
Andai aku ini diterjemahkan kepada burung sekalipun
aku rela...
"Andai saja hidup ini bisa menjadi lebih lama"
Andai saja itu bisa terjadi...
Thursday, December 18, 2008
Sepintas lalu
Terkenangkan kisah dahulu
yang menyentuh kalbu
namun ianya terus berlalu
meninggalkan kisah kelabu....
Ruangan rasa membeku
Di mana kau dan aku bersatu
Namun kini membisu
Masing-masing diam berteleku sayu....
yang menyentuh kalbu
namun ianya terus berlalu
meninggalkan kisah kelabu....
Ruangan rasa membeku
Di mana kau dan aku bersatu
Namun kini membisu
Masing-masing diam berteleku sayu....
Monday, December 15, 2008
Bicara aur dan tebing-
Orang kata- Air dicincang tak akan putus.
Bila mana waktu itu tetap untuk suatu peristiwa, ianya tetap akan berlaku
Antara adik beradik dan ibu bapa, rakan dan saudara, jiran malah keluarga...
tidak satu pun terkucuali, cuma jika adanya damai, maka tiada lah sengketa.
Sehebat mana pergolakan sebuah keluarga, kamu pernah cincang air?
putus tak?
Itulah keluarga...
Orang kata- Bagai isi dengan kuku.
Kamu tahu itu umpama apa?
Begitu lah juga keluarga...
Sedar tak?
Bila mana waktu itu tetap untuk suatu peristiwa, ianya tetap akan berlaku
Antara adik beradik dan ibu bapa, rakan dan saudara, jiran malah keluarga...
tidak satu pun terkucuali, cuma jika adanya damai, maka tiada lah sengketa.
Sehebat mana pergolakan sebuah keluarga, kamu pernah cincang air?
putus tak?
Itulah keluarga...
Orang kata- Bagai isi dengan kuku.
Kamu tahu itu umpama apa?
Begitu lah juga keluarga...
Sedar tak?
Subscribe to:
Posts (Atom)


